BLOG INI.........DIPUBLIKASIKAN SEJAK 30 JANUARI 2010..........Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar....... Astaghfirullaahal 'adzhiim, walil muslimiina wal muslimaat.....Mil ladun aadama ilaa yaumil qiyaamah......Amiin yaa rabbal alamiin.....Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.......Ya Allah, lindungilah negeri ini dari kejahatan maupun perbuatan serta persengkokolan orang-orang munafik........SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI AMAL & KEBAJIKAN YANG KITA LAKUKAN....AMIIN YAA RABBAL ALAMIIN...HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID.........

>

Sabtu, 06 Maret 2010

BERIBADAH DENGAN IKHLAS


DASAR DALAM BERIBADAH

Semua ibadah yang kita lakukan berdasarkan perintah Allah SWT maupun tuntunan Rasullullah SAW dasarnya adalah iman. Tanpa iman kita bisa saja beribadah, namun ibadah yang kita lakukan itu tidak ada artinya dihadapan Allah SWT.

I. IBADAH ADALAH IMAN

Pada saat kita melaksanakan ibadah apapun yang diperintahkan oleh Allah SWT, kita harus melakukannya dengan suatu keyakinan penuh bahwa ibadah yang kita lakukan karena Allah SWT. Allah SWT ada di setiap saat kita melaksanakan ibadah dan yakin bahwa Allah SWT melihat ibadah yang kita lakukan serta pasrahkan semuanya hanya kepada Allah SWT. Kalau kita diumpamakan, jika hendak bersedekah, tangan kananmu melaksanakannya, tangan kirimu tidak mengetahuinya, biarlah hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

Jika kita beribadah hanya sekedar karena kebiasaan atau rutinitas, beribadah karena senang atau bangga jika dililihat orang lain atau beribadah dengan tujuan kebutuhan publikasi dan popularitas belaka, maka sia-sialah ibadah kita. Apalah artinya jika apa yang kita lakukan sesungguhnya tidak berarti apapun di mata Allah SWT


II. IBADAH ADALAH ANUGERAH

Sadarkah kita bahwa kita mampu beribadah hanya karena ijin dan kemurahan dari Allah SWT semata. Janganlah sekali-kali kita berbangga karena mampu beribadah karena kekayaan kita atau kehebatan kita. Namun kita dapat beribadah karena kemurahan dan anugerah Allah SWT.

Bagi kita yang secara rutin bangun dipagi hari untuk melakukan ibadah sholat subuh misalnya, pernahkah kita bayangkan sejak saat terbangun dari tidur sampai kita mulai melakukan sholat, semua ini bisa terlaksana karena Allah SWT mengijinkan itu terjadi. Pernahkah atau ingatkah kita bersyukur ketika berdoa di pagi hari, Ya Allah hamba bersyukur, bahwa hamba masih hidup, masih bernafas dan masih diijinkan menerima ni’mat dan hikmah sepanjang hari ini. Subhaanallaah.

Jadi, jika kita hendak memulai suatu ibadah, pertama-tama tanamkanlah pada diri kita bahwa ibadah yang akan kita lakukan tersebut, hanya bisa terjadi kalau Allah SWT mengijinkan dan kalaupun itu terlaksana, itu hanya karena kemurahan Allah SWT semata saja. Subhaanallaah.

III. IBADAH ADALAH KEIKHLASAN

Apabila kita memahami dua makna ibadah pada butir I dan II di atas, maka sebagai seorang muslim, kita seharusnya memahami betapa mendalamnya makna suatu ibadah bagi kita, yakni berkaitan dengan Iman dan Anugerah. Tanpa keduanya sebagai dasar pemahaman, yang terjadi hanyalah arogansi pribadi sebagai manusia yang menganggap ibadah adalah kemampuan yang mutlak dimiliki oleh seorang manusia, tanpa perlu campur tangan Allah SWT.

Beribadah membutuhkan keikhlasan dalam menjalankannya, tanpa tuntutan apapun. Jika kita bersedekah, sholat, berpuasa, menunaikan ibadah haji atau ibadah lainnya, biarlah hanya kita dan Allah SWT saja yang tahu. Insya Allah karena keikhlasan kita, ibadah kita lebih bernilai di mata Allah SWT. Amin

IV. PAHALA DALAM IBADAH

Apakah berarti kita bersalah jika mengharapkan pahala pada saat kita beribadah. Sama sekali tidak, karena memang itu sudah disediakan Allah SWT kepada manusia yang taat menjalankan ibadah yang diperintahkanNya.

Sepatutnyalah karena kita sudah memahami bahwa 3 hal di atas (butir I,II dan III) adalah dasar-dasar tentang pelaksanaan ibadah, maka janganlah niat kita dalam beribadah adalah hanya sekedar untuk memperoleh pahala. Sekali lagi pahala sudah disediakan Allah SWT bagi umatnya yang melakukan ibadah dengan ikhlas, tanpa didasari oleh niat sekedar mencari pahala.

Manusia tidak akan pernah tahu apakah ibadahnya menghasilkan pahala atau tidak, hanya Allah SWT yang menilai layak apa tidak, kita mendapatkan pahala. Kita berkewajiban menjalankan segala perintah Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Insya Allah pahala itu akan menyertainya. Semoga kita diberi petunjuk dan kekuatan oleh Allah SWT dalam melaksanakan ibadah dan selalu mendapat perlindungan serta hidayahNya. Amiin

TIME IS SWORD