BLOG INI.........DIPUBLIKASIKAN SEJAK 30 JANUARI 2010..........Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar....... Astaghfirullaahal 'adzhiim, walil muslimiina wal muslimaat.....Mil ladun aadama ilaa yaumil qiyaamah......Amiin yaa rabbal alamiin.....Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.......Ya Allah, lindungilah negeri ini dari kejahatan maupun perbuatan serta persengkokolan orang-orang munafik........SEMOGA ALLAH SWT MERIDHOI AMAL & KEBAJIKAN YANG KITA LAKUKAN....AMIIN YAA RABBAL ALAMIIN...HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID.........

>

Sabtu, 19 Februari 2022

7 Penyebab Orang Miskin Susah Jadi Orang Kaya

Kaya atau miskin sangat relatif dan tidak bisa ditentukan dari besaran gaji atau lama bekerja. Ada orang yang gajinya kecil tapi bisa hidup berkecukupan. Namun, ada juga yang gaji tinggi tapi serba kekurangan. Banyak pekerja di kota besar seperti di Jakarta kehabisan uang di pertengahan bulan. Kebanyakan dari mereka juga tidak tahu ke mana uang tersebut digunakan. Padahal, gaji mereka sudah tergolong tinggi dan lebih besar dibanding orang lain. Merdeka.com mengutip hipwee mencoba membongkar penyebab habisnya uang ditengah bulan meski bergaji tinggi dan sudah lama bekerja.

Berikut penjelasannya:

1.       Tak ada rencana masa depan

Seseorang yang tidak punya rencana masa depan cenderung boros menggunakan uang. Mereka tidak punya catatan pengeluaran yang dibeli setiap bulannya. Mereka tidak punya rencana hidup baik sekarang ataupun masa depan. Tidak heran kalau kemudian mereka juga tidak bisa mengatur keuangan. Kemudian hal ini juga yang menyebabkan keteteran setiap bulan.

 

2.       Gaya hidup tak sesuai gaji

      Perasaan miskin kerap muncul ketika Anda tidak bisa menilai diri sendiri. Gaya hidup mengikuti orang lain, padahal pendapatan Anda berbeda dengan mereka. Gaji Rp 5 juta tapi gaya hidup seperti bergaji Rp 10 juta. Kalau dipikirkan lagi, gaji Rp 5 juta sebenarnya sudah cukup tinggi bagi orang yang di bawah. Jangan berharap kaya dan bisa menyimpan uang jika Anda belum bisa menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatan.

 

3.       Tak tahu prioritas

      Prioritas sangat penting untuk menjadi kaya. Meski gaji besar tapi tidak tahu prioritas maka Anda akan keteteran setiap bulannya. Saat Anda ingin membeli sesuatu, bukan berarti harus dibeli saat itu juga. Utamakan untuk hal yang benar-benar penting, sementara yang lain masih bisa menunggu. Anda harus bisa membedakan mana yang prioritas mana yang tidak.

 4.     Sering membeli barang tidak perlu

Soal buta prioritas akan berdampak pada barang belanjaan Anda. Anda akan sering membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Misalnya membeli ponsel baru, bisa saja hal ini dilakukan karena hanya ingin mengikuti teman. Anda merasa butuh, padahal itu hanya keinginan. Akibatnya, kebutuhan yang benar diperlukan akan terabaikan. Itulah penyebab gaji Anda besar tapi Anda masih merasa kekurangan.


5.       Tak punya tabungan

Hal yang membuat Anda merasa miskin adalah karena uang selalu menipis di pertengahan bulan. Anda tidak punya uang meski sudah lama bekerja dengan gaji yang tinggi. Mungkin Anda berpikir kalau menabung bukan hal yang harus dilakukan sekarang. Tapi, sebenarnya inilah yang membuat Anda selalu miskin. Bekerja tidak meninggalkan 'bekas' seperti tabungan.

 

6.       Remehkan catatan pengeluaran

Catatan pengeluaran sering dianggap remeh oleh beberapa orang. Sebagian mereka menganggap catatan pengeluaran adalah hal yang tidak perlukan. Akibatnya, di pertengahan bulan Anda akan keteteran masalah keuangan. Efek jangka panjang hal ini akan membuat Anda sulit menabung. Anda tidak tahu mana pengeluaran yang perlu dan tidak perlu.

 7.       Menggampangkan utang

Mudah berutang juga menjadi

salah satu penyebab Anda sulit kaya. Gaji yang tidak cukup ditutup dengan utang dan berpikir kalau gaji bulan depan bisa melunasi utang tersebut. Sekali dua kali Anda mencoba utang maka Anda akan hidup gali lobang tutup lobang. Lebih parahnya lagi, Anda bisa berutang dengan nominal besar dan akan terus bertambah setiap bulannya.  Awalnya mungkin Anda hanya berani utang Rp200.000, namun bulan berikutnya Anda akan berani pinjam Rp.500.000 dan begitulah seterusnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TIME IS SWORD